Cantik itu Menyiksa! Mengungkap Diet Tak Manusiawi di Balik Bentuk Tubuh Seksi Para Angels dan Model Victoria’s Secret

Kamis, 25 November 2021, 19:02 WIB
24

Peragaan busana atau fashion show brand pakaian dalam Victoria’s Secret, pertama kali diadakan pada 1995 silam. Acara ini selalu digelar dan disiarkan luas di stasiun televisi Amerika Serikat secara rutin setiap bulan Desember sejak 2001. Catatan tersebut tentu jadi pembuktian akan prestasi luar biasa Victoria’s Secret yang terus langgeng sebagai merek pakaian dalam kelas elite.

Namun prestasi gemilang Victoria’s Secret tak pernah luput dari kontroversi. Pada tahun 2002, Organisasi Wanita Nasional Amerika Serikat, memprotes keras acara fashion show Victoria’s Secret. Mereka menganggap peragaan busana Victoria’s Secret hanyalah bentuk lain pornografi; bedanya dikemas dengan lebih halus.

Extra Chilli

Ada pula seorang wartawan fashion yang memberikan komentar serupa perihal fashion show Victoria’s Secret. Dia pernah datang ke pertunjukan itu dan menyebutnya sebagai penugasan liputan terburuk yang pernah dia lakukan sepanjang kariernya. Baginya, semua model Victoria’s Secret yang biasa disebut Angels, tampil terlalu vulgar. Pakaian dalam yang para Angels kenakan sangat minim menutupi area sensitif mereka. Bahkan sang wartawan dapat melihat dengan jelas bagian sensitif para Angels ketika mereka membungkukkan badan.

Meski menuai kritik bertubi, kenyataannya fashion show Victoria’s Secret tetaplah laris manis. Tahun 2017, siaran acara fashion show Victoria’s Secret di layar kaca mendapat jumlah penonton yang mencapai angka 1 miliar orang dari seluruh dunia. Angka ini diyakini telah meningkat drastis, yakni sebanyak 45 %, ketimbang jumlah penonton tahun sebelumnya.

Bahkan ketika segi tingkat penjualan produk-produk Victoria’s Secret mengalami penurunan, brand ini tetap ada di puncak kejayaan. Victoria’s Secret masih memiliki pangsa pasar global yang lebih besar daripada merek-merek pakaian dalam lainnya. Belum lagi pencapaian Victoria’s Secret yang mampu menjadikan tiga model top dunia sebagai Angels mereka, Kendall Jenner, Gigi Hadid dan saudara perempuannya Bella Hadid. Ketiganya punya jumlah pengikut di media sosial Instagram yang kalau ditotal menyentuh kisaran 163 juta akun, sehingga makin memperjelas ketanggguhan kekuatan brand Victoria’s Secret.

Tidak hanya model papan atas saja yang berhasil Victoria’s Secret gaet untuk keperluan acara fashion show. Artis-artis besar yang aslinya bukan model, pernah pula tampil di panggung catwalk, seperti Taylor Swift, Harry Styles, Ariana Grande, hingga Sting dan Lady Gaga. Mustahil kemegahan acara fashion show Victoria’s Secret sepi peminat. Setidaknya ada kalangan fans-fans dari beberapa artis tadi yang jadi ikutan menonton pertunjukan peragaan busana Victoria’s Secret.

Koi Gate

 

Para Angels Victoria’s Secret Menderita Demi Selalu Tampil Cantik

Mantan kepala pemasaran Victoria’s Secret, Ed Razek, pernah membuat kehebohan sebelum mengundurkan diri dari jabatannya pada Agustus 2019. Ed Razek mengatakan bahwa Victoria’s Secret merupakan brand fashion yang anti dengan wanita berbadan plus alias gemuk. Fokus ucapan Ed Razek merujuk kepada Angels Victoria’s Secret yang harus selalu tampil cantik dan menawan dengan tubuh ramping.

Apa yang disampaikan Ed Razek ternyata bukanlah kiasan yang asal bunyi. Konsep anti wanita gemuk ternyata memang terjadi dalam operasional Victoria’s Secret mempekerjakan model-modelnya. Setiap model diwajibkan selalu menjaga bentuk tubuhnya, bahkan dengan cara yang sering begitu menyiksa sekaligus membuat para Angels menderita.

Kerja keras ekstra adalah pemandangan yang sering terjadi di sekitar kehidupan model-model Victoria’s Secret, atau Angels, sebutan bagi model yang telah menandatangani kesepakatan eksklusif dengan merek tersebut. Para model kerap menjalani latihan fisik dan program berolahraga yang amat ketat bak atlet. Mereka ditempa dengan latihan-latihan seperti mengencangkan otot, tinju, dan lompat tinggi.

Tidak heran jika banyak model Victoria’s Secret berolahraga secara obsesif. Mereka bahkan rela menutupi rasa lelah yang begitu dahsyat dengan kegirangan lewat balutan program promosi Victoria’s Secret berupa tagar “#trainlikeanangel”. Program berolahraga para model Victoria’s Secret biasanya dirangkum pada sebuah kelas khusus yang diberi nama Skinny Bitch Collective.

Padahal persyaratan berat badan dan kadar lemak tubuh yang begitu ketat ala model Victoria’s Secret, sejatinya jauh di luar jangkauan kebanyakan wanita dewasa. Memang pada akhirnya itu berhasil menjaga kualitas model-model Victoria’s Secret yang di atas rata-rata para model dari brand lainnya. Terutama untuk model yang terpilih sebagai Angels Victoria’s Secret, mereka mau tidak mau harus menjalani diet dan olahraga intens selama berbulan-bulan sebelum pentas fashion show dilangsungkan.

Contoh nasib miris model Victoria’s Secret dialami wanita cantik bernama Robyn Lawley. Kariernya kini memang telah melejit drastis. Pose seksinya sudah terpampang untuk brand-brand top seperti Vogue Italia dan Australia, serta menjadi model pakaian dalam Ralph Lauren, H&M dan Chantelle. Namun pada 2012, Robyn Lawley yang masih merintis karier pernah menjajal peruntungannya dengan mengikuti casting model Victoria’s Secret.

Selama menjalani casting, Robyn Lawley menjalani diet dan olahraga ketat seperti model-model Victoria’s Secret lainnya. Segala usaha dan upaya terbaik sudah dikeluarkan Robyn Lawley agar terpilih sebagai Angels brand. Namun apa daya, dirinya mendapati kenyataan tidak lolos casting. Robyn Lawley pun merasa kerja kerasnya hanyalah sia-sia. DIrinya bak dipermainkan oleh Victoria’s Secret yang memintanya berjuang sampai menderita, tapi hasilnya malah nihil.

“Ini adalah lelucon. Victoria’s Secret selalu mempunyai gadis-gadis seksi setiap tahun yang berjuang untuk memenuhi standar brand. Tapi Victoria’s Secret tidak pernah menghargai apa yang sudah dikerahkan para model,” kata Robyn Lawley.

“Situasinya bisa saya gambarkan mirip kamp yang dipenuhi orang-orang kelaparan. Bayangkan Anda harus berjalan di atas catwalk dengan perut kosong, itu sungguh konyol. Beberapa dari model yang lolos jadi Angels dan tampil di panggung fashion show adalah teman saya,” tambahnya.

“Sebenarnya tidak adil bila saya menghentikan impian karier mereka. Tetapi percayalah, mereka harus membentuk dan menjaga keseksian tubuh mereka secara ekstrem hanya demi melakukan pertunjukan. Saya menyarankan agar mereka tidak terus-menerus mempertahankan gaya hidup seperti itu, atau mereka akan mati,” lanjutnya lagi.

Sialnya, Victoria’s Secret terlanjur punya tingkat kemahsyuran sebagai brand primadona publik. Gaya hidup diet ketat dan olahraga ekstra ala model-model Victoria’s Secret justru dijadikan konten menarik bagi sejumlah media besar. Sebut saja The Independent, Grazia, Vogue, Elle, dan Daily Mail, semuanya pernah menerbitkan panduan ke publik tentang cara-cara untuk memiliki tampilan tubuh layaknya model Victoria’s Secret.

Terkadang proses liputan media-media besar dilakukan dengan menugaskan jurnalisnya mencoba sendiri program diet ketat dan olahraga ekstra versi model-model Victoria’s Secret. Hampir semua jurnalis yang ditugaskan demikian merasa frustasi. Mereka didera kelelahan dan kelaparan akut, sehingga sulit berkonsentrasi ketika bekerja.

Salah satu program diet ketat yang dianjurkan pelatih dari model-model Victoria’s Secret, Stephen Pasterino, sangat membatasi jenis-jenis makanan yang boleh dikonsumsi. Aturannya terkesan tidak wajar, bahkan makanan sehat penuh serat seperti kembang kol dan brokoli pun tidak boleh dikonsumsi para model. Banyak model Victoria’s Secret mengalami gangguan metabolisme, ditambah penderitaan harus menahan rasa lapar yang sungguh menyiksa.

Barbara Palvin, model Victoria’s Secret, dibelikan sekantong burger keju oleh pacarnya untuk dimakan setelah pertunjukan fashion show 2018. Dia menikmati burger itu dengan amat lahap, seolah-olah membuktikan betul betapa sedikitnya makanan yang dia konsumsi sebelumnya. Adriana Lima, salah satu model senior Victoria’s Secret, mengaku pernah puasa makanan padat selama sembilan hari sebelum hari H fashion show tiba.

Bukan hanya makanan yang diatur, jenis minuman yang boleh dikonsumsi juga dibatasi ketat. Ketika kekurangan makanan, tubuh para model pasti mengalami gangguan keseimbangan metabolisme. Minuman-minuman berenergi atau yang dapat meningkatkan kadar air di tubuh justru dilarang keras oleh pelatih Victoria’s Secret. Alhasil, model-model Victoria’s Secret seringkali turut didera dehidrasi berlebih.

Tapi sekali lagi, Victoria’s Secret tetaplah merupakan brand fashion elite yang berskala global. Banyak wanita di luar sana yang terus menyimpan mimpi untuk menjadi model dari Victoria’s Secret. Gigi Hadid, model tersukses Victoria’s Secret saat ini, sampai dipenuhi rasa syukur luar biasa ketika tahu dirinya lolos casting sebagai Angels brand. Momen Gigi Hadid pertama kali lolos casting yang penuh haru sempat terekam oleh kamera dan videonya jadi salah satu sarana pemasaran Victoria’s Secret.